Asal Muasal Cokelat Chalodo Masamba

 Sejarah Pendirian 

 

Asal Muasal Cokelat Chalodo Masamba



PT. Chalodo Sibali Resoe adalah perusahaan yang bergerak pada industry pengolahan biji kakao di kabupaten Luwu Utara, dan merupakan salah satu pabrik local daerah yang mampu memasarkan cokelat pada skala nasional maupun iternasional. 

PT Chalodo Sibali Resoe dahulunya adalah salah satu kelompok usaha bersama (KUB) didirikan pada 15 juli 1998 di Kota Masamba-Kabupaten Luwu Utara yang di ketuai lansung oleh H Baharuddin Iskandar. 

KUB Ini dulunya didirikan sebagai wadah perkumpulan petani dan kelompok tani guna menghimpun dana dalam rangka membangun kebersamaan merintis perdagangan biji kakao (sebagai pedagang pengumpul). 

Hal ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan pada aktifitas berbagai spekulen yang sering kali mempermainkan harga biji kakao yang merugikan petani kakao.Sejak saat itu KUB sibali resoe memperlihatkan trend yang semakin meningkat.

Hal ini terlihat dari kemampuannya mengumpul biji kakao dan selanjutnya berani membuat kontrak dengan industry kakao maupun eksportir kakao. 

Untuk mendukung usaha tersebut selanjutnya. KUB Sibali resoe pada tahun 2008 membangun gudang penampungan dan pengelolahan biji kakao diatas lahan seluas 3ha dikelurahan kasimbong kecamatan masamba dengan ukuran 17 x 40 m. pengolahan biji kakao untuk perdagangan baru dalam 3 bentuk masing-masing:

1. Fermentasi biji kakao untuk memenuhi permintaan industry kakao yang membutuhkan biji kakao fermentasi seperti industry pengolahan kakao untuk pangan.

2. Melalui pengeringan untuk menurunkan kadar air biji kakao sampai 7% baik melalui penjemuran (lantai jemur) dengan sinar matahari sebagai sumber energy, maupun dengan melalui mesin pengering (2 unit) yang telah dimiliki oleh KUB Sibali resoe.

3. Dan dilakukannya cleaning yang bertujuan untuk membersihkan biji kakao dari benda asing yang terikut, baik berupa tangkai, kulitbuah, daun, batu dan lain sebagainya. 

Sekaligus dilakukannya greading untuk mengelompokkan biji kakao berdasarkan besarnya biji menurut SNI no. 2323-2008 (A=<80 biji/100gram, B= 80-100 biji/100 gram, C= 100-120 biji/100 gram dan D=> 120 biji/100 gram). Sarana dan Prasarana untuk ini dibangun secara swadaya oleh KUB Sibali resoe.

 

Pada tahun 2009, setelah mengikuti berbagai pelatihan yang berhubungan dengant eknologi pengolahan/pemasaran produk olahan kakao, KUB Sibali resoe membuat perencanaan untuk mengelolah biji kakao menghasilkan produk hilir sehingga memberikan nilai tambah yang lebih baik terhadap produk kakao. 

Sejak saat itu lah KUB  mengusulkan bantuan dalam bentuk advisteknis mengaplikasikan hasil-hasil litbang dari Balai Besar Industry Hasil Perkebunan. 

Seiring dengan hal tersebut Kementerian Perindustrian mengucurkan bantuan, berupa mesin-mesin proses yang diharapkan dapat mengolah biji kakao dari hulu sampai hilir sehingga diperoleh nilai tambah yang lebih baik, dan bantuan itu langsung menunjuk H Baharuddin Iskandar untuk mengelolanya.

Berawal dari kucuran bantuan Kementerian Perindustrian, dengan perbaikan, rekayasa, modifikasi dan bahkan pengadaan/penambahan alat/mesin baru, akhirnya  KUB Sibali Resoe dapat mengelolah kakao dari hulu hingga hilir. 

Walaupun kualitasnya saat itu diakui belum seperti apa yang diharapkan, namun itulah tantangan awal yang di hadapi KUB sibaliresoe, dari hari kehari selama kurang lebih 5 tahun lamanya dengan melakukan berbagai inovasi dan experiment

Dengan bekerjasama dengan berbagai pihak perusahaan maupun perorangan oleh penggiat kakao dari berbagai Negara seperti jepang, srilangka, amerika, bahkan dari belgia, dengan dukungan pasilitas pemerintah luwu utara, propinsi Sulawesi selatan, BBIHP, kementerian perindustrian RI hingga menghasilkan produk yg bisa di terima di masarakat(konsumen) local. 

Seiring waktu perjalananya KUB sibaliresoe yang di ketuai oleh H Baharuddin Iskandar terus melakukan perubahan untuk menjadi perusahaan modern dengan memberi label dagang pada produk olahanya yang awalnya hanya bermerk cokelat sayang dengan nama CHALODO.

Nama chalodo sendiri di ambil dari pangilan kasih sayang H baharuddin kepada sang istri Hj Erna, merupakan nama masa kecil sang istri, nama dagang tersebut semakin dikenal dan melekat pada produk cokelat dan pada akhirnya menjadi trend dan brend dari nama produk KUB Sibali resoe.

Dalam rangka pengembangan jangka panjang, tepatnya tanggal 6 Maret 2017, KUB Sibali resoe Mengubah diri menjadi PT Chalodo Sibali Resoe oleh H Baharuddin di bawah kepemilikan pribadi yang direkturnya di berikan lansung kepada anak sulungnya Herdiani

Setelah berubah nama menjadi PT Chalodo sibali resoe, perusahaan terus melakukan pengembangan perusahaan baik sector pengolahan,manajemen,maupunpada sector pemasaran, salah satunya adalah didirikanya kantor sekaligus kafe fungsional di depan bandara andi jemma masamba yang kedepan diharapkan sebagai pusat oleh-oleh khas Luwu Utara. 

Pada akhirnya produk Chalodo sibali resoe bisa menjadi produk unggulan local luwu utara, dan saat ini sudah dipasarkan di pasar nasional seperti Makassar, Surabaya, kendari, Bali, jakarta, dan juga pasar internasional Amerika dan Arab Saudi.


informasi lebih lanjut  Klik Link disini

Komentar